Mengapa Ayutthaya
Didirikan pada tahun 1350 oleh Raja Uthong, Ayutthaya adalah ibu kota Siam selama 417 tahun. Pada puncaknya pada abad ke-17, kota ini adalah salah satu kota terbesar di dunia — berpenduduk satu juta jiwa, berdagang dengan Tiongkok, Persia, Prancis, Belanda. Pada tahun 1767 tentara Burma menghancurkannya sepenuhnya. Saat ini, situs tersebut telah diklasifikasikan UNESCO sejak tahun 1991.
bias kita
- Hari pribadi — tidak ada bus ber-AC untuk 40 orang. Van pribadi, panduan untuk Anda sendiri.
- Berbahasa Perancis — pemandu terbaik di Ayutthaya berbicara bahasa Prancis dengan baik dan mengenal negara mereka.
- 6 kuil, bukan 12 — banyak tur yang menghubungkan 10-12 situs secara bersamaan. Kami lebih suka mengerjakan 6 di antaranya secara menyeluruh, meluangkan waktu untuk duduk, mengamati, bertanya.
- Dilarang menunggang gajah — Ayutthaya memiliki lokasi wisata menunggang gajah. Kami secara sistematis menyarankan untuk tidak melakukan hal tersebut (kondisi kehidupan hewan yang tidak etis).
Apa yang diharapkan
- Kode berpakaian di kuil: bahu dan lutut tertutup, kaki telanjang di dalam gedung. Rok/syal tersedia di pintu masuk setiap situs.
- Sepatu yang nyaman: lokasi tersebar sepanjang 2-3 km, Anda berjalan kaki 500 m hingga 1 km per lokasi.
- Topi + tabir surya + air: pelipis berada di udara terbuka, tidak ada naungan.
- Uang Tunai: 1.000-1.500 THB untuk makan siang + donasi (tidak termasuk).
Saran musim
Periode terbaik adalah November hingga Februari (dingin, 25-28°C). Bulan Maret-Mei panas terik (40°C pada tengah hari). Bulan Juni-Oktober lembab tetapi kuil-kuilnya fotogenik di bawah langit badai.
Jika Anda punya waktu 48 jam di Bangkok dan ragu-ragu antara Ayutthaya dan Grand Palace: lakukan Grand Palais di pagi hari hari ke-1, Ayutthaya di hari ke-2. Inilah kombo yang menceritakan kisah Siam kemarin (Ayutthaya) dan hari ini (Bangkok).
Program terperinci
8h30
Penjemputan dari hotel di Bangkok
Penjemputan dengan van pribadi, berkendara ke utara (~1 jam 30, jalan raya 80 km).
10h00
Wat Yai Chai Mongkhon
“Kuil Kemenangan Besar”. Chedi putih setinggi 60m yang dibangun pada tahun 1592 untuk merayakan kemenangan atas Burma. Buddha berbaring raksasa di kaki chedi.
10h45
Wat Phra Nan Cheng
Rumah bagi Buddha perunggu berlapis emas terbesar di Thailand (19 m). Wajah Sang Buddha masih dihormati setiap hari oleh para penyembahnya.
11h30
Wat Phra Si Sanphet
Kuil kerajaan abad ke-15, di Ayutthaya setara dengan Wat Phra Kaew di Bangkok. Tiga chedi berturut-turut yang menyimpan abu raja-raja Siam.
12h30
Makan siang Thailand (restoran lokal)
Restoran terapung di Sungai Chao Phraya atau ruangan ber-AC — pilihan tergantung musim. Masakan tradisional Ayutthayan.
14h00
Wat Mahathat
Foto Ayutthaya: kepala Buddha di batu pasir, terjalin dengan akar pohon beringin sejak Burma menghancurkan kota itu pada tahun 1767. Situs yang puitis dan sunyi.
14h45
Wat Lokayasutharam
Buddha berbaring luar ruangan yang besar, panjang 42 m, terbungkus kain kunyit. Persembahan bunga setiap hari.
15h30
Wat Chaiwatthanaram
Paling fotogenik di Ayutthaya, apalagi di sore hari. Terinspirasi oleh arsitektur Khmer di Angkor. Matahari terbenam di sana sangat spektakuler.
16h30
Kembali ke Bangkok
Perjalanan pulang (~1 jam 30). Tiba di hotel sekitar pukul 17.30. (tergantung lalu lintas Bangkok).
Termasuk / Tidak termasuk
Termasuk
- Pemandu bersertifikat berbahasa Perancis (sepanjang hari)
- Van pribadi ber-AC dengan sopir (atau mobil tergantung rombongan)
- Tiket masuk ke 6 candi (THB 380 per orang)
- Transfer kembali dari hotel Anda di Bangkok
- Air segar di kapal
- Rencana perjalanan yang dibuat khusus — Anda dapat menambah/menghapus kuil
Tidak termasuk
- Makanan (restoran lokal dalam perjalanan, 200-400 THB / orang)
- Sumbangan di kuil (disarankan: 20-50 THB/lokasi)
- Naik gajah (kami tidak merekomendasikannya — etis)
- Tip pemandu dan pengemudi (opsional)
